Sunday, 19 June 2016
Geguritan Mutiara Semangat
Dening: Khoirul Taqwim
Tembung mutiara mbesem semangat
nurani terhentak seketka
senjata dipunasta jagi menghantam
tembe ambisi kemimpangan kabesmi semangat
Reformis ngendika kaliyan lantang
sugeng tertindas utawi seda mengsah
bahkan Jihadis bengok kaliyan kencang
sugeng hina utawi seda syahid
Filosof Nietczhe ngendika
sugeng dipunwucalan priyantun benten utawi seda dipunwucalan piyambak
diseberang Cuba mbengok Chea Guevara
sugeng miskin utawi seda dados martir
Mboten kentun ugi pejuang 45 munapa
sugeng utawi seda
Mutiara bahasa
semangat lebet jiwa nurani manusia
Saturday, 18 June 2016
Geguritan Supaos Perawat
Dening Khoirul Taqwim
Suster panjenengan abdikan nyawa
Tanpa lelah satembung bahasa
soca panjenengan tertoreh sendu
mriksani yektos dipunmajeng panjenengan
labet perih dipunjaja
panjenengan abaikan ambakan panjenengan
Demi supaos pengabdian
Lara perih
gerah pilu rekaos pasien
usada panjenengan tancapkan direlung sel lebet
kedhanganan ingkang panjenengan harap
Demi supaos mulia
Dhangan
Ucapan ketulusan lebet nurani
panjenengan sebat salajeng lebet lembat rupa panjenengan
Kuharu
adalem bektos
Pengabdianmu adalem catet lebet sajak kawula
Suster
Untaian bahasa kawula ucap
Demi supaos perawat
Friday, 17 June 2016
Punapa Wonten Kelestantunan?..
Dening: Khoirul Taqwim
Kelestantunan kagungan sinten?....
kagungan kita sedaya ingkang lajeng berubah
kagungan panjenenganipun ingkang lajeng berputar
bokmenawi kagungan piyambakipun sedaya ingkang kersa kelestantunan
Lestantun lebet sugeng
punapa wonten lestantun punika?..
lestantun lebet seda
punapa wonten punika sedaya?....
Sae sugeng kraos
punapa lestantun sugeng??....
sedaya badhe nggantos
langkung proses hukum ingkang majeng
Ambakan adalem mboten lestantun
salaminipun ta berubah
saking bayi
ngantos yuswa renta
ngantos mboten wonten
Ewah-ewahan kedadosan mboten kendel
sedaya yektos lebet mendel
lestantun punapa wonten punika?..
dipunpundi panggen kelestantunan?...
Lestantun lebet inti
lestantun kagungan dzat
Berubah bentuk lebet jasad
Inti setunggal kelestantunan
Wednesday, 15 June 2016
Geguritan Dinten Rampung Nyawa
Dening: Khoirul Taqwim
Sunyi resah midhanget lirih
tengah dalu tambah menggumpal
pasuryan ayu mboten kemriksa malih
Buta bisu kedadosan dalu sunyi
Lirih ampil sae dalu menika
Tenang raos lebet jiwa
Sujud dalu penuh kesah
Dosa mboten nyana dados redi
Dalem kersa rengkuh lebet dalu
lukar dosa lebet jiwa
Duh Pengeran apunten sujud sembah kawula
dalem tadahkan asta kagem panjenengan
Mboten kraos shubuh jemput gelap
surya miwiti gantos pekat dalu
Dosa dereng gantos dalu
raos tobat mboten terbalas
Gusti Pengeran dalem dereng rampung
dalu dados saksi sunyi
Tobat kawula dereng rampung
sayangipun nyawa sampun mboten kiyat
Raga tilar jasad
apunten dalem mboten sagah
Dosa mboten sampun diapunten
icala raos dipungantos raos
Sesal mboten wonten artos
dinten rampung nyawa sampun tiba
mboten mlajeng kepundi
Gusti Sang mentis Wenang sampun ngersa sedaya
Tuesday, 14 June 2016
Kaum Santri Menggugat
By: Khoirul Taqwim
Kaum santri masa dahulu kala dianggap jauh dari tehnologi, bahkan di indetikkan dengan istilah "kaum gaptek", tetapi dengan perkembangan masa yang kian menggeliat, tudingan miring tentang kaum santri dapat ditepis dengan perlahan-lahan atas kemajuan yang diperolehnya.
Kemajuan kaum santri yang diperoleh selama ini, semua tak lepas dari kerja keras pendidikan pesantren, baik ditingkat pelosok desa maupun sampai ujung pusat kota, bahkan sudah mulai terdapat paradigma pemikiran kaum santri saat menghadapi kondisi era globalisasi yang semakin mengglobal.
Masa globalisasi yang semakin mengglobal ditengah-tengah realita kehidupan, membuat kaum santri berusaha membangun karakter dan kepribadian yang tangguh, untuk menghadapi arus zaman yang semakin tak menentu arah. Karena itu dibutuhkan usaha keras kaum santri dalam menghadapi tantangan zaman, untuk mewujudkan sebuah bangunan antara tehnologi dengan keimanan, agar mampu berpadu satu dalam keutuhan.
Membangun kemandirian kaum santri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, semua dibutuhkan sebuah proses yang berani, untuk menggapai sebuah cita-cita mulia, tentu dengan berusaha keras dalam mewujudkan sebuah keberhasilan kaum santri, untuk menatap masa depan yang lebih meyakinkan.
Dengan menggugat stigma negatif yang dialamatkan kaum santri, bahwa kaum santri merupakan kumpulan manusia yang tak mengerti kondisi kemajuan zaman, maka sudah waktunya kaum santri menggugat stigma yang dialamatkan tersebut, tentu dengan cara berusaha keras melakukan pembelajaran diri dalam menatap masa depan, agar kedepan kaum santri mampu menunjukkan pada dunia, bahwa kaum santri bisa menghadapi arus globalisasi yang semakin dirasakan bagi kehidupan masyarakat.
Kaum santri menggugat merupakan sebuah realita kehidupan yang terus dibangun, agar kedepan kaum santri benar-benar eksis dalam menatap masa depan yang kian berat disegala arah pertarungan, baik pertarungan ilmu pengetahuan maupun pertarungan ilmu spiritual, tentu semua membutuhkan sebuah proses yang panjang, untuk menghadapi berbagai permasalahan yang menjerat realita kehidupan.
Gerakan kaum santri menggugat sebuah fakta yang tak dapat dipungkiri. Mengingat kaum santri saat ini, mulai banyak yang terjun dikancah lokal maupun internasional dalam mengepakkan sayap-sayap perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, Sehingga kedepan kaum santri akan mampu menjadi pioneer-pioneer baru dalam memberikan berbagai karya tentang sosial, budaya, tehnologi, politik, dan berbagai karya lainnya, supaya suatu saat dimengerti oleh kelompok yang tak mengerti tentang gerakan kaum santri mengguggat.
Semoga Allah SWT memberi daya pikir yang cerdas, untuk kaum santri disegala penjuru arah angin, agar kaum santri mampu menjadi pioneer-pioneer disegala ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi seluruh alam semesta, Amiin....
Subscribe to:
Posts (Atom)
Copyright BATIK 1. Blogger Templates created by Deluxe Templates. SEO by: Templates Block
WordPress by Newwpthemes

