Saturday, 8 August 2015

Menggali Al-Qur'an: Mushaf Ali Bin Abi Thalib dan Mushaf Utsmani


By: Khoirul Taqwim

Keberadaan Mushaf Utsmani yang menjadi bacaan dan hafalan bagi para pengkaji Al-Qur'an di berbagai wilayah dunia menjadikan ruh dari sumber segala sumber ajaran agama Islam, tetapi untuk keberlangsungan umat dalam menambah kekayaan umat Islam, ternyata membutuhkan kajian kembali tentang Mushaf Ali Bin Abi Thalib yang lama terpendam dalam sejarah, untuk di kaji kembali dan dikomparasikan dengan Mushaf Utsmani, supaya kekayaan Mushaf Al-Qur'an semakin kaya dalam kajian khazanah ke-Islaman.

Perbedaan umat Islam dalam pemahaman dan penulisan mushaf Al-Qur'an sejak zaman sahabat sampai saat ini, ternyata memperkaya kekayaan khazanah intelektual Islam, bahkan perbedaan cara penulisan Mushaf Al-Qur'an sejak zaman kenabian sudah berlangsung. Berangkat dari sinilah, bahwa penulisan Mushaf Al-Qur'an memang mengalami perbedaan sejak zaman dahulu sampai saat ini. Sehingga perbedaan itu menambah kekayaan umat di dalam mengkaji nilai-nilai ke-Islaman.

Ketika kita mencoba menggali tentang Mushaf Ali Bin Abi Thalib dan menggali Mushaf Utsmani, tentunya terlintas di dalam pikiran kita, untuk mengkomparasikan kedua Mushaf Al-Qur'an yang populer dikalangan umat Islam, khususnya bagi para penggali Mushaf Al-Qur'an di dalam mencari sebuah kebenaran antara pemahaman dan pemikiran Mushaf Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani.

Dengan melihat kedua Mushaf Al-Qur'an antara Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani, mari kita pahami mushaf tersebut, melalui kajian dibawah ini:

Mushaf Ali bin Abi Thalib memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh mushaf lainnya. Karakter khusus mushaf Ali Bin Abi Thalib adalah: ayat dan surat tersusun rapi sesuai dengan urutan turunnya. Berangkat dari sinilah ayat-ayat makkiyah diletakkan sebelum ayat-ayat madaniyah, ayat-ayat yang turun masa awal diletakkan lebih dahulu dari pada ayat-ayat yang turun belakangan.

Dari uraian diatas dapat dikatakan, bahwa Mushaf Ali Bin Abi Thalib proses pengumpulan Mushaf Al-Qur’an berdasarkan “urutan turunnya” (tartib nuzul). Maka tidak jarang Mushaf Ali Bin Abi Thalib di dalam dunia tulis dikatakan lebih mendekati kebenaran wahyu Ilahi dibanding Mushaf lainnya. Mengingat Mushaf Ali Bin Abi Thalib di tulis secara runut di banding Mushaf Usmani dan lain sebagainya.

Sedangkan Ciri-ciri mushaf Utsmani adalah: Susunannya seperti yang banyak beredar saat ini, hanya ada perbedaan sedikit dengan beberapa mushaf sahabat dalam susunan atau urutan surat. Misalnya jika mushaf sahabat lainnya meletakkan Surat Yunus masuk dalam tujuh surat besar dan di urutuan ke-7.

Berangkat dari uraian diatas tidak jarang yang mengatakan, bahwa Mushaf Utsmani hasil dari ijtihad para sahabat dalam pemaham tentang dunia tulis wahyu Ilahi.

Mushaf Ali Bin Abi Thalib dengan Mushaf Utsmani menjadikan kedua Mushaf sebagai kekayaan umat Islam, untuk terus digali sebagai kekayaan Ilmu Pengetahuan bagi umat Islam, sekaligus menjadi bahan rujukan dalam mengembangkan kekayaan Ilmu pengetahuam Islam.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan nikmat kepada para penggali Mushaf Usmani dan Mushaf Ali Bin Abi Thalib, Amin............

Papua Berdarah: Salah Apa Masjid Kami Di Bakar?...

\
By: Gus Wim

Saat pelaksanaan sholat Idul Fitri pada hari Jumat tanggal 17 Juli Tahun 2015, tragedi kemanusiaan pecah dengan terjadinya pembakaran kios dan Masjid di Tolikara, Papua. Bahkan jumlah korban berjatuhan dengan darah dan nyawa hilang membuat suasanamencekam disaat hari yang seharusnya penuh kebahagiaan bagi umat Islam, tetapi dalam hitungan detik suasana berubah menjadi air mata dan darah.

Kejadian pembakaran Masjid di Tolikara, Papua membuat umat Islam di dunia, khususnyaumat Islam di Nusantara terhenyak dan diam sejenak, untuk merenungkan peristiwa yang terjadi atas pembakaran masjid yang dilakukan oleh para tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, tentunya membuat hati nurani umat Islam miris dan berduka atas tragedi pembakaran masjid dan jatuhnya korban atas tragedi pembakaran masjid di Tolikara, Papua.

Kerukunan yang digaungkan dengan istilah: "Bhinneka Tunggal Ika" sejenak terkoyak oleh segilintir oknum (Kristen Anti Toleransi) dengan melakukan pembubaran Sholat Idul Fitri dan pembakaran Masjid di Tolikara, Papua. Sehingga membuat umat Islam tergerak hatinya dan mendo'akan para korban atas tragedi pembakaran masjid yang jauh dari sifat toleransi antar umat beragama.

Dengan kejadian pembakaran masjid di Papua dan atas korban berdarah di Papua membuat hati bertanya, Salah apa masjid kami (tempat ibadah umat Islam) di bakar?.... Sungguh pertanyaan ini dari hati yang dalam, begitu kejinya para pembakar tempat ibadah umat Islam di tanah Papua tercinta.

Atas kejadian pembakaran masjid di Papua membuat kerukunan antar umat beragama diambang kehancuran. Sehingga kalau tidak dapat ditangani dengan cepat oleh para tokoh lintas agama dan para aparatur negara, tentunya kejadian di Tolikara, Papua dapat melebar kedaerah-daerah lainnya.

Papua berdarah dengan kejadian pembakaran masjid dan pembubaran para jama'ah Sholat Idul Fitri membuat hati dan pikiran umat manusia, khususnya umat Islam tercabik-cabik hatinya atas tragedi kemanusiaan dan atas runtuhnya kebebasan dalam beragama yang telah diatur dalam tatanan hak azazi manusia. Maka untuk itulah tindakan pembakaran masjid di Tolikara, Papua sudah seharusnya ditindak tegas bagi para pembakar masjid tempat beribadah tersebut.

Salah apa masjid kami dibakar? pertanyaan ini selalu menggelitik hati nurani bagi yang mau berpikir atas tragedi kebebasan dalam menjalankan ibadah dan atas tragedi kemanusiaan di tanah Tolikara, Papua.

Semoga sang maha kuasa memberikan ketabahan bagi para korban pembakaran masjid di Tolikara,Papua. Amin..................

Firman dan Sunnah


By: Khoirul Taqwim

Firman dan sunnah menjadi tuntunan bagi umat manusia, khususnya umat Islam diseluruh belahan bumi. Maka mengkaji firman dan sunnah merupakan sebuah keniscayaan dalam mempelajari tentang Ilmu-ilmu ke-Islaman, supaya umat manusia dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

Keberadaan firman dan sunnah sangat urgen sebagai petunjuk kebenaran. Sehingga firman dan sunnah merupakan sebuah bahan pokok dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan kemaslahatan secara universal.

Keberadaan firman dan sunnah menjadikan kebenaran sebagai kekuatan sejati, untuk melawan segala angkara murka yang terjadi disekitar kehidupan umat manusia. Maka firman dan sunnah sebagai pedoman kebenaran bagi umat yang beriman dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik, tentunya baik didunia maupun di akhirat kelak.

Dengan firman dan sunnah manusia mendapatkan petunjuk, untuk diterapkan didalam kehidupan sehari-hari yang benar dan bermanfa'at bagi seluruh alam semesta.

Berangkat dari uraian di atas dapat dapat ditarik seimpulan, bahwa firman dan sabda sebagai pedoman hidup bagi umat manusia, khususnya umat Islam secara kaffah, supaya dapat selamat dalam mengarungi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Karena firman dan sunnah merupakan kebenaran yang tak terbantahkan keberadaannya.

Keberkahan Islam


By: Khoirul Taqwim

Belajar ajaran agama Islam membuat manusia mengerti sesuatu yang tidak dimengerti. Sehingga dengan belajar Islam manusia dapat membedakan antara kebenaran hakiki dengan kebatilan. Dari sunilah Islam sangat mulia bagi umat manusia dalam mengarungi warna kehidupan yang terus berjalan.

Manusia tak jarang mencari sebuah kebenaran yang sesuai dengan tuntunan ajaran hakiki, tetapi manusia tak jarang pula yang tersesat saat mengeja jalan kehidupan yang dilaluinya. Maka manusia terus berusaha belajar dalam mencari kebenaran yang sesuai kebutuhan kehidupan didunia maupun di akhirat kelak.

Kedatangan ajaran Islam merupakan sebuah keberkahan yang bermakna bagi umat manusia, supaya umat manusia dapat memahami tentang kebenaran yang sesungguhnya.

Kehidupan umat manusia mengalami kegundahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga umat manusia tak jarang pula mengalami krisis mental dalam menapaki perjalanan kehidupan, untuk itulah manusia terus berupaya dalam belajar tentang mencari sebuah kebenaran yang tepat, supaya keberkahan dapat tercapai yang sesuai dengan tujuan dalam perjalanan kehidupan.

Memang perjalanan kehidupan manusia tidaklah mudah dalm menggapai sebuah kemenangan hidup, untuk itulah belajar dan bekerja sebagai jalan pencapai amalan hidup yang sejati.

Ajaran Islam memberikan sebuh ketenangan dan ketenteraman dalam kehidupan umat manusia, untuk itulah kerja keras dalam belajar tentang ajaran Islam, sangatlah hal urgen bagi umat manusia secara umum dan khususnya sangat urgen bagi umat Islam.

Keberkahan Islam merupakan sebuah jawaban bagi umat manusia yang berhasil dengan tepat dalam memahami ajaran Islam dan mengamalkan ajaran Islam, 

Keberadaan keberkahan Islam adalah: sebuah jawaban tentang kebenaran hakiki bagi perjalanan realitas kehidupan umat manusia secara universal dalam pencapain keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak.

62. Gamis Perca Baru @Rp. 30.000


Harga promo Gamis Perca Baru dengan harga obral murah perbiji Rp. 45.000. Sedangkan bagi yang mau beli 10 biji dengan harga promo Rp. 30.000 perbiji. Dan bagi yg berminat bisa menghubungi nomor telepon 085-647-217-538, Pin BBM 7d2a8bc2