Monday, 13 July 2015
Wados Tresna Putri Ing Walik Jilbab
Dening: Khoirul Taqwim
Putri teng walik jilbab
panjenengan kemriksa mekaten tegar pancarkan setunggal jarwi tembung
kala teng panjenengan menatap saben detak jantung ingkang kianmiwiti melambat
sayangipun dalem mangertos teng walik kerudung wados panjenengan
menawi panjenengan mekaten rapuh kala ngertosi jarwi raos tembung gandrung
amargi panjenengan tercipta saking tosan rusuk ingkang wonten lebet daku
dadosipun dalem mangertos menawi panjenengan mboten berdayangertosi setunggal jiwa
Putri teng walik jilbab
Menggoda teng saben soca mustaka sang kakung ingkang wonten
kala ngenget jilbab membentang rahmat teng tawang bintu
Bersandar teng inggil mustaka putri lebet naungan sang mentisIlahi
Putri teng walik jilbab
saben wancikaken bersinar teng saben qalbu sang kakung
Bahkan tetesan waspa panjenengan ngandung cairan salju
Sejukkan saben jengkal jantung teng walik sanubari
Selangkah sae putri berjilbab nan ayu rupawan
kala penggalih menika aking membisu raos lebet benak
panjenengan putri kagungan wados nikmat ingkang agung kraos
Putri teng walik jilbab
wados panjenengan wonten teng alam jiwa, terlantun kala pujianrawuh
ngantos dinten nan wanci mboten menentu lebet getaran raos jiwa
tresna wados putri wonten teng walik jilbab ingkang terurailangkung bahasa raos
Sunday, 12 July 2015
Jalan Menuju Islam
By: Khoirul Taqwim
Islam merupakan agama yang tidak perlu diragukan dan Islam mengajarkan tentang kebaikan maupun kebenaran. Sehingga dengan adanya ajaran Islam tak jarang manusia dalam kesesatan kembali menuju jalan terang benderang. Dari sinilah Islam sangat mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam menata keberagaman kehidupan umat manusia.
Keberadaan Islam dapat mengobati sakit hati bagi umat yang beriman. Sehingga Islam dapat dikatakan sebagai agama wahyu dengan membawa kebenaran yang hakiki dalam memberikan sebuah penerangan bagi umat manusia.
Ajaran Islam dapat dijadikan sebagai penawar obat sakit hati. Karena Islam memberikan tuntunan melalui firman dan sabda yang terkandung sebagai sumber ajaran Islam. Maka ajaran Islam sangatlah tepat sebagai obat hati, untuk menenteramkan umat manusia, khususnya umat Islam diseluruh belahan bumi.
Jalan menuju Islam dengan firman dan sabda sebagai pegangan kehidupan umat manusia, supaya keberkahan di dunia maupun di akhirat dapat tercapai dengan baik dan benar.
Menuju jalan Islam dibutuhkan jembatan kebenaran yang tidak hanya sekedar teori, tetapi pengamalan yang baik dalam melakukan berbagai tindakan ditengah-tengah realitas kehidupan umat manusia secara universal.
Papua Berdarah: Salah Apa Masjid Kami Di Bakar?...
By: Gus Wim
Saat pelaksanaan sholat Idul Fitri pada hari Jumat tanggal 17 Juli Tahun 2015, tragedi kemanusiaan pecah dengan terjadinya pembakaran kios dan Masjid di Tolikara, Papua. Bahkan jumlah korban berjatuhan dengan darah dan nyawa hilang membuat suasana mencekam disaat hari yang seharusnya penuh kebahagiaan bagi umat Islam, tetapi dalam hitungan detik suasana berubah menjadi air mata dan darah.
Kejadian pembakaran Masjid di Tolikara, Papua membuat umat Islam di dunia, khususnya umat Islam di Nusantara terhenyak dan diam sejenak, untuk merenungkan peristiwa yang terjadi atas pembakaran masjid yang dilakukan oleh para tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, tentunya membuat hati nurani umat Islam miris dan berduka atas tragedi pembakaran masjid dan jatuhnya korban atas tragedi pembakaran masjid di Tolikara, Papua.
Kerukunan yang digaungkan dengan istilah: "Bhinneka Tunggal Ika" sejenak terkoyak oleh segilintir oknum (Kristen Anti Toleransi) dengan melakukan pembubaran Sholat Idul Fitri dan pembakaran Masjid di Tolikara, Papua. Sehingga membuat umat Islam tergerak hatinya dan mendo'akan para korban atas tragedi pembakaran masjid yang jauh dari sifat toleransi antar umat beragama.
Dengan kejadian pembakaran masjid di Papua dan atas korban berdarah di Papua membuat hati bertanya, Salah apa masjid kami (tempat ibadah umat Islam) di bakar?.... Sungguh pertanyaan ini dari hati yang dalam, begitu kejinya para pembakar tempat ibadah umat Islam di tanah Papua tercinta.
Atas kejadian pembakaran masjid di Papua membuat kerukunan antar umat beragama diambang kehancuran. Sehingga kalau tidak dapat ditangani dengan cepat oleh para tokoh lintas agama dan para aparatur negara, tentunya kejadian di Tolikara, Papua dapat melebar kedaerah-daerah lainnya.
Papua berdarah dengan kejadian pembakaran masjid dan pembubaran para jama'ah Sholat Idul Fitri membuat hati dan pikiran umat manusia, khususnya umat Islam tercabik-cabik hatinya atas tragedi kemanusiaan dan atas runtuhnya kebebasan dalam beragama yang telah diatur dalam tatanan hak azazi manusia. Maka untuk itulah tindakan pembakaran masjid di Tolikara, Papua sudah seharusnya ditindak tegas bagi para pembakar masjid tempat beribadah tersebut.
Salah apa masjid kami dibakar? pertanyaan ini selalu menggelitik hati nurani bagi yang mau berpikir atas tragedi kebebasan dalam menjalankan ibadah dan atas tragedi kemanusiaan di tanah Tolikara, Papua.
Semoga sang maha kuasa memberikan ketabahan bagi para korban pembakaran masjid di Tolikara,Papua. Amin................
Subscribe to:
Posts (Atom)
Copyright BATIK 1. Blogger Templates created by Deluxe Templates. SEO by: Templates Block
WordPress by Newwpthemes



